TwitterTwitter FacebookFacebook FlickrFlickr RSSRSS

Showing posts with label pelem. Show all posts
Showing posts with label pelem. Show all posts

Tuesday, January 26, 2010

Rumah Dara



Starring:

Julie Estelle, Shareefa Daanish, Michael Lucock, Ario Bayu, Sigi Wimala, Imelda Therine, Arifin Putra, Daniel Mananta, Dendi Subangil, Ruli Lubis, Aming

Screenplay By:MO Brothers
Directed By: MO Brothers
Produced By: Delon Tio (Nation Pictures and Merah Production)
Genre: Action Survival Thriller
Studio: The Mo's and Nation Pictures

***

Note from TS
Bagi Anda yang sudah menonton film pendek DARA dalam Takut (Faces of Fear) mungkin langsung bisa mengenali film MACABRE (atau yang belakangan berubah judul menjadi RUMAH DARA) ini. Ya, Macabre/Rumah Dara adalah versi panjang dari DARA, arahan The Mo Brothers. Film ini berkisah tentang perjalanan enam orang teman lama, yang tanpa sengaja membawa mereka ke sebuah pengalaman yang mencekam, sadis, dan membahayakan jiwa mereka.

Walaupun tidak memberikan formula baru untuk genre serupa, film ini sudah dinanti-nanti para penggemar film slasher Indonesia sejak lama. Genre yang cukup asing di dunia perfilman tanah air, dan jarang (bahkan hampir tidak pernah) digarap oleh sineas-sineas Indonesia lainnya. Selain menarik minat penonton tanah air, film ini juga sangat menarik minat dunia internasional. Overlook Entertainment bahkan sudah mengambil hak distribusi untuk wilayah Eropa dan Amerika. Sementara Five Star Entertainment nya Thailand mengambil hak distribusi wilayah Asia.

Sebelum beredar di tanah air, film ini pun telah ‘melanglang buana’ ke beberapa festival-festival berskala internasional, seperti Puchon International Fantastic Film Festival (PiFan 2009), di mana Shareefa Danish menyabet penghargaan sebagai Best Actress untuk film ini. Selain PiFan, Macabre/Rumah Dara juga sedang diputar di festival lainnya, seperti Fantastic Fest 2009 di L.A, USA dan Fantastic Film Festival Germany 2009.

The Mo Brothers, sutradara yang memang memiliki passion tersendiri terhadap dunia slasher ini sebelumnya juga sudah pernah membesut film “SENDIRI (ALONE)” sewaktu mereka masih berada di Australia.

***

Monday, September 10, 2007

Heroes, "save the cheerleader, save the world.."

Heroes adalah serial drama televisi, karya Tim Kring, yang mengudara pertama kali di NBC pada 25 September 2006. Serial ini bercerita tentang beberapa orang yang berpikir kalau mereka adalah seperti kebanyakan orang sampai mereka disadari oleh kekuatan yang luar biasa yang mereka miliki, seperti telepati, menjelajah waktu, dan terbang. Pada akhirnya mereka menyadari kalau keberadaan mereka untuk menolong sesama.

Ketika Heroes pertama kali ditayangkan di Amerika Serikat, serial ini menjadi program yang paling digemari, diperkirakan 14,3 juta penonton rata-rata dan memiliki rating tertinggi untuk kategori drama di NBC dalam kurun 5 tahun terakhir. Mulai 6 Agustus 2007 Heroes ditayangkan di Trans TV setiap Senin hingga Jumat pukul 18.00 WIB.

Heroes, season pertama, berisi 23 episode. Selesai ditayangkan oleh Trans TV pada hari kamis kemaren (6 September). Sedangkan season ke-2 dari serial ini, baru akan ditayangkan premier oleh NBC pada tanggal 24 September 2007. Kapan ya ditayangin di Indonesia?? Kayaknya mah taon depan.. Lama banget. Udah gak sabar pengen nonton lanjutannya..

KARAKTER UTAMA



  • Peter Petrelli (Milo Ventimiglia), seorang mantan perawat pasien di akhir hayatnya dan adik Nathan. Dia seorang yang penuh simpati dengan kemampuan untuk menyerap kemampuan orang-orang di sekitarnya atau yang dipikirkannya.


  • Claire Bennet (Hayden Panettiere), anak angkat Bennet (Nathan Petrelli, ayah biologis), seorang pemandu sorak SMA yang tinggal di Odessa, Texas, dan memiliki kemampuan menyembuhkan dirinya sendiri (Rapid cell regeneration). Peter Petrelli adalah pamannya.


  • Hiro Nakamura (Masi Oka), seorang programmer dari Tokyo yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan tempat dan waktu (Space-time manipulation).


  • Nathan Petrelli (Adrian Pasdar), seorang calon kongres New York dengan kemampuan untuk terbang.


  • Isaac Mendez (Santiago Cabrera), seorang seniman di New York yang dapat menggambar kejadian-kejadian masa depan saat dalam kondisi setengah sadar. Dia juga menulis dan menggambar buku komik berjudul 9th Wonders! Yang juga menggambarkan masa depan (Precognition).


  • Matt Parkman (Greg Grunberg), seorang polisi Los Angeles dengan kemampuan untuk mendengar piikiran orang lain (Telepathy).


  • Mohinder Suresh (Sendhil Ramamurthy), seorang guru besar genetika dari India yang berkelana ke New York untuk menyelidiki kematian ayahnya, Chandra. Melalui penyelidikannya, ia berinteraksi dengan orang-orang yang masuk dalam daftar ayahnya sebagai orang dengan kemampuan super.


  • Niki Sanders (Ali Larter), istri dari D. L. dan ibu dari Micah, seorang mantan penari telanjang di Internet dari Las Vegas yang memiliki kekuatan super ketika kepribadian lainnya, Jessica, muncul.


  • D.L. Hawkins (Leonard Roberts), suami dari Niki dan ayah dari Micah, memiliki kemampuan untuk menembus benda-benda padat, baik yang hidup maupun mati.


  • Micah Sanders (Noah Gray-Cabey), anak dari D. L. dan Niki, Micah adalah seorang ahli teknologi, dia dapat "berbicara" dengan peralatan elektronik dan mengontrolnya.


  • Noah Bennet (Jack Coleman), seorang ayah yang bekerja di Perusahaan Primatech Paper, yang sebenarnya sebuah operasi rahasia yang menutupi sebuah organisasi yang menyelidiki manusia dengan kekuatan super.


  • Gabriel Gray atau lebih dikenal dengan nama Sylar (Zachary Quinto), tokoh antagonis dalam serial ini. Sylar memiliki kekuatan yang hampir sama dengan Peter. Sylar bisa menirukan kekuatan super seseorang, dengan syarat orang itu harus dibunuh lebih dulu. Hampir semua korban Sylar yang dibunuh dengan ciri kepala terbelah. Dia percaya dengan mengambil otak korbannya, dia bisa menjadi seperti orang itu.

Tuesday, July 04, 2006

Anak Manusia Bernama Superman


Sesuper-supernya Superman ternyata dia manusia juga. Enggak percaya?

Berapa umur Superman sekarang? Kalo dihitung dari pertama kali dia muncul pada tahun 1938, tahun ini sang jagoan genap berusia 68 tahun. Ulang tahunnya jatuh pada bulan Juni ini. Bersamaan dengan dirilisnya serial Action Comics nomor 1 oleh DC Comics, Amerika.

Di ulang tahunnya yang ke-68 ini, Superman mendapat sebuah hadiah manis, sebuah film baru garapan Warner Bros. bertajuk Superman Returns. Dirilis di seluruh dunia tanggal 28 Juni 2006 film ini menggambarkan sisi lain sang manusia super. Dibandingkan film-film lainnya, Superman versi Superman Returns terlihat lebih manusiawi.

Layaknya manusia biasa, putra terakhir Krypton ini punya rasa rindu, cemburu, bahkan "nakal". Jauh dari sosoknya yang biasa terlihat seperti dewa.

Sebenarnya, ini bukanlah pertama kalinya Superman digambarkan mendekati sosok manusia. Beberapa tahun belakangan DC Comics mulai berupaya memanusiakan Superman lewat deretan cerita dalam serial komiknya.

Dalam beberapa episode, Superman digambarkan sebagai sosok yang amat tergantung pada Louis Lane. Jadi, ia nekat mengambil keputusan untuk menikahi kekasihnya itu. Di episode lain Superman yang kabarnya enggak tembus peluru ternyata bisa juga tewas. Bahkan, di serial Identity Crisis, jagoan kita digambarkan sebagai orang yang penuh curiga. Deretan sifat itu mirip seperti kita, manusia biasa.

Superhero

Gambaran yang kita dapat tentang Superman saat ini ternyata berbeda jauh dengan sosok Superman di masa lampau. Dulu Superman digambarkan sebagai sosok yang amat sempurna. Enggak punya masalah dengan kehidupan duniawi, selain cinta.

Selebihnya, Superman adalah dewa. Sosok yang enggak terkalahkan. Pemuda Amerika pujaan yang selalu jadi panutan.

Biar lebih jelas, mari kita lihat rekam jejak (track record) sang Man of Steel. Sejak kemunculannya pada era Golden Age (1938-1957) Superman sudah memperlihatkan keperkasaannya sebagai jagoan tanpa tanding. Selain gape meringkus kejahatan dalam kehidupan sehari-hari, Superman ternyata juga seorang tentara yang andal.

Seorang diri dia mampu menghancurkan pasukan Hitler dan Stalin. Dia juga membantu pasukan Sekutu menghancurkan kekuatan Jepang dan membawa Amerika dan sekutunya memenangi Perang Dunia II.

Kepahlawanan Superman enggak berakhir sampai di situ. Di beberapa edisi Action Comics terbitan tahun 1947 Superman digambarkan punya kemampuan spektakuler. Kembali ke masa lalu dengan memutar balik rotasi Bumi.

Berbekal kemampuan ini Superman sukses berkenalan dengan tokoh-tokoh penting masa lalu. Mulai dari Shakespeare sang penyair, Abraham Lincoln dan George Washington (Presiden Amerika), hingga Julius Caesar dan Cleopatra.

Saat memasuki era Silver Age (1957-1969), kehebatan Superman bertambah. Selain punya kekuatan super luar biasa, Superman memiliki daya tarik tambahan untuk memikat cewek.

Enggak seperti kisah-kisah awal yang selalu difokuskan pada hubungan Clark Kent, Superman, dan Louis Lane (sesekali diseling dengan Lana Lang), pada era ini Superman lebih rajin menebar benih cinta. Tercatat ada beberapa cewek yang sempat dipacarinya. Mulai dari Luma Lynai—superhero cewek dari dimensi lain, Lori Lemaris—sang putri duyung, sampai Lyra Lerrol—bintang film Krypton yang dikenalnya saat melakukan perjalanan menembus waktu ke planet asal.

Pada masa ini Superman pun menjadi semakin kuat. Pasalnya, makin banyak makhluk super yang bersekutu dengannya. Selain Krypto, anjing super yang muncul di era Golden Age, pada masa ini muncul Comet, si kuda super, Superboy, dan Powergirl. Belakangan muncul Supergirl, sepupu Superman yang terdampar pula di planet Bumi.

Popularitas Superman pada masa ini semakin bertambah berkat kesuksesan Superman: The Movie di layar lebar. Dibintangi Christopher Reeve, film ini dianggap mampu melahirkan sosok Superman yang mendekati komiknya. Enggak heran, film ini dianggap sebagai film Superman terbaik sepanjang masa. Yang membuat penonton seluruh dunia tertarik menyimak kisah-kisah komiknya.

Mendekati era Bronze Age (1970-1980), Superman semakin menjadi dewa. Kekuatannya kian enggak tertandingi. Pokoknya, jauh deh dibanding kemampuan kita-kita, manusia biasa. Dan, sosok inilah yang dipertahankan hingga awal ’90-an.

Dimatikan

Entah kenapa, pada era ’90-an penjualan komik Superman anjlok. Seminggunya, komik Superman cuma terjual 100.000 eksemplar. Angka ini jauh menurun dibandingkan angka penjualannya di tahun 1939 yang mencapai 1,25 juta eksemplar. Dibandingkan komik X-Men yang terjual delapan juta kopi per minggu pada saat yang sama, prestasi yang diraih Superman jelas hancur-hancuran.

Hal ini membuat petinggi DC memutar otak. Pasalnya, buat perusahaan komik raksasa itu, Superman adalah ikon. Sejak kelahiran Superman bermunculanlah berbagai superhero lain yang akhirnya mendapat tempat di hati pembaca komik. Uniknya, hampir semua terinspirasi sang putra Krypton.

Berbagai langkah diambil. Semua penulis dan pelukis komik kenamaan dipanggil. Bahkan, mereka enggak ragu-ragu membajak Mike Carlin—penulis kenamaan dari Marvel Comics, yang notabene saingan mereka, untuk ikut memikirkan kelangsungan hidup si manusia baja.

Mau tau, apa kesimpulan yang didapat?

Superman dianggap terlalu hebat. Kekuatan super yang dimilikinya membuat sang superhero kehilangan sisi manusiawi. Sisi yang seharusnya mendekatkan dia dengan pembaca.

"Superman is kind of old fashioned. Enggak kayak karakter hero lain yang muncul (saat itu), dia enggak pernah langsung berurusan dengan kematian. Itu yang menjauhkannya dari para pembaca….," ujar Mike Carlin, eks penulis kenamaan Marvel yang dibajak DC untuk menyelamatkan Superman.

Menurut Carlin dan timnya, diperlukan sebuah gebrakan besar untuk membuat Superman terlihat manusiawi. Satu-satunya jalan adalah "membunuh" Superman.

Gagasan ini jelas membuat petinggi DC terpukul. Namun, apa boleh buat. Risiko besar ini harus dicoba sebelum Superman mati beneran karena komiknya enggak laku.

Bareng timnya, Mike akhirnya merencanakan sebuah skenario besar untuk memanusiakan Superman. Si manusia baja dihadapkan dengan sebuah pertarungan mahadahsyat. Musuhnya adalah Doomsday, alien yang kekuatannya jauh melebihi Superman.

Pertarungannya melawan Doomsday berakhir seri. Keduanya tewas terbunuh. Superhero favorit pembaca komik sedunia harus menemui ajalnya.

Ternyata, peristiwa ini mampu menggugah pembaca komik di seluruh dunia. Gara-gara kematiannya komik Superman laris manis. Angka penjualannya bertahan hingga DC merilis komik-komik lanjutan dengan cerita yang enggak kalah seru. Cerita tentang kebangkitan Superman dan perjuangannya mendapatkan kembali kekuatan untuk kembali berperang membela keadilan.

Ritme ini terus dipertahankan sampai sekarang. Superman yang dulunya superhero sejati, bertransformasi menjadi manusia super yang manusiawi. Yang perlu berjuang untuk mencapai tujuan. Sama seperti kita-kita.

Superman kembali ke khitahnya sebagai anak manusia. Khitah yang sebenarnya sudah dipikirkan jauh-jauh hari oleh dua kreatornya, Jerry Siegel dan Joe Schuster, pada tahun 1938. Saat keduanya memutuskan untuk "menitipkan" putra Jor-El ini kepada pasangan petani Jonathan dan Martha Kent untuk dididik menjadi anak manusia. Bukan menjadi dewa seperti yang pernah diraihnya beberapa tahun silam.