TwitterTwitter FacebookFacebook FlickrFlickr RSSRSS

Showing posts with label bola. Show all posts
Showing posts with label bola. Show all posts

Wednesday, February 27, 2008

Main bola, harus siap cedera...

Hiiiii.....serem banget! Gw kemaren liat berita, kalo cederanya Eduardo Da Silva parah.. Bahkan kalo tim medisnya tidak bertindak cepat, kaki Dudu hampir diamputasi. Eduardo pun di kabarkan bakal absen panjang. Kemungkinan sampe musim kompetisi berakhir. Dudu pun dipastikan tidak membela Timnas Kroasia pada putaran final Euro 2008 nanti. Dia dikabarkan bakal absen selama lebih kurang 9 bulan.
Dudu mengalami patah kaki akibat takling keras dari Martin Taylor saat Arsenal berhadapan dengan Birmingham City. Pertandingan baru berjalan sekitar 3 menit, kemudian insiden mengerikan itupun terjadi.. Martin Taylor pun harus membayar mahal dari perbuatannya itu. Ia langsung di kartu merah oleh wasit. Dan Martin Taylor pun harus mengalami teror bahkan ancaman mati dari para pendukung Eduardo, terutama para pendukung timnas Kroasia.

Gw langsung buru-buru
googling buat nyari foto dari insiden itu. Gilaaaa.......!! Anjriiittt...!!
Lo liat sendiri dah...



Gw tambahin artikel dari detik.com :

"Eduardo Cedera Parah"
Penyerang Arsenal Eduardo da Silva cedera parah di menit-menit awal laga melawan Birmingham. Pemain asal Kroasia itu diprediksi harus absen sepanjang sisa musim dan tak tampil di Piala Eropa 2008.

Saat The Gunners dijamu Birmingham di lanjutan laga Premiership, Sabtu (23/2/2008) malam, Eduardo diganjal keras oleh Martin Taylor pada menit-menit awal. Bek tengah itu lantas diganjar kartu merah atas tekel horornya.

Melihat Eduardo yang masih terpuruk, wasit Mike Dean dan pemain Arsenal langsung memberi tanda kepada tim medis untuk segera memberikan perawatan. Akibatnya permainan sempat terhenti selama sekitar tujuh menit. Sampai berita ini diturunkan, pertandingan masih berjalan.

Cedera itu diduga cukup parah sehingga stasiun televisi yang menyiarkan pun memilih untuk tidak memperlihatkan tayangan ulang. Besar kemungkinan kalau kaki Eduardo patah, diprediksi mirip seperti cedera Alan Smith ketika masih membela Manchester United untuk menghadapi Liverpool tahun 2006.

Eduardo langsung dilarikan ke Rumah Sakit Selly Oak dengan menggunakan ambulans. "Arsenal sudah mengonfirmasi bahwa kaki kiri bagian bawah Eduardo patah dan sekarang sedang dia ada di rumah sakit, di mana mereka akan segera mengambil keputusan apakah dioperasi atau tidak," ujar Ian Brown kepada BBC 5 Live.

Mantan kapten Everton Kevin Ratcliffe turut buka suara di 5 Live dengan menyatakan, "Dari (reaksi) para pemain, terutama (Cesc) Fabregas dan Adebayor, kepala mereka langsung tertunduk menyadari cedera itu sangat serius."

sumber : http://www.detiksport.com/sepakbola/index.php/detik.read/tahun/2008 /bulan/02/tgl/23/time/212406/idnews/898892/idkanal/72

"Hantu itu bernama Cedera"

Dalam sepakbola, unsur kejutan di banyak kesempatan terkait dengan hasil akhir. Tapi bagi seorang pesepakbola, bentuk suspense paling menggetarkan bisa jadi adalah cedera.

Hantu itu bernama cedera. Seorang pemain sepakbola akan selalu diikuti oleh ketakutan akan terjadinya cedera. Tidak hanya di dalam pertandingan, hantu cedera juga membayang di arena latihan.

Coba tanyakan kepada Eduardo. Striker Arsenal bernama lengkap Eduardo da Silva ini pasti tak akan menyangka bahwa pertandingan klubnya melawan Birmingham, Sabtu (23/2/2008), akan jadi salah satu hari yang paling nahas dalam karirnya.

Tiga menit pertandingan dimulai, tiga menit pula perjalanan Eduardo di musim pertamanya di Liga Inggris harus berakhir. Cedera parah yang didapatnya akibat tekel keras Martin Taylor membuat pemuda berdarah Brasil yang hijrah ke Kroasia itu harus rehat dalam waktu lama.

Tapi Eduardo tak sendirian. Sejarah tentang tragedi cedera yang mendera pesepakbola membentang di Britania (dan juga negara lainnya) semenjak bertahun-tahun lalu. Berikut adalah catatan yang dilansir Daily Mail.

David Busst terpaksa harus pensiun karena mengalami patah di tulang fibula dan tibia-nya. Bek Coventry itu mendapat cederanya saat bertabrakan dengan Dennis Irwin saat klubnya menghadapi Manchester United tahun 1996.

Karir yang berakhir juga harus dihadapi oleh Luc Nilis. Penyerang asal Belgia itu mengalami patah kaki di dua tempat saat bertabrakan dengan kiper Ipswich Richard Wright, September 2000.

Alf Inge Haaland juga pensiun dini akibat cedera. Saat memperkuat Manchester City dalam derby Manchester menghadapi MU, April 2001, pemain Norwegia itu ditekel oleh Roy Keane. Lutut Haaland cedera dan ia tidak bisa bermain lagi setelahnya. Haaland akhirnya gantung sepatu tahun 2003.

Djibril Cisse (Liverpool), Henrik Larsson (Glasgow Celtic), Stan Collymore (Leicester) dan Alan Smith (MU) barangkali lebih beruntung ketimbang tiga nama di atas. Lima pemain itu memang mengalami cedera parah, tapi setelahnya tetap bisa merumput lagi sesudahnya.

Cisse, Larsson dan Smith hingga saat ini masih aktif bermain. Sementara Collymore sudah menjadi pensiunan. Satu pemain lagi yang mengalami cedera parah adalah Kieron Dyer. Kaki kanan Dyer patah di dua tempat pada Agustus tahun silam dan hingga kini ia belum bermain lagi.

Sepakbola adalah drama. Dan kali ini, bagi Eduardo, drama itu adalah sesuatu yang tragis. Seisi stadion terdiam (dan mungkin jutaan orang lain melalui kotak televisi) menyaksikan tragedi itu terjadi di depan mata mereka.

Bila Albert Camus, sastrawan peraih Nobel asal Prancis itu menyaksikan drama tragis Eduardo, ia barangkali tak hanya akan mengatakan bahwa dari sepakbola ia memetik pelajaran tentang moralitas, tapi ia juga akan berkata bahwa ia belajar soal tragedi seorang anak manusia.

sumber : http://www.detiksport.com/sepakbola/index.php/detik.read/tahun/2008 /bulan/02/tgl/25/time/062740/idnews/899174/idkanal/72

Tuesday, February 12, 2008

Bravo.....Sriwijaya FC !!

Gw lagi seneng banget neh.. Tim favorit gw (di liga indonesia) Sriwijaya FC, juara liga djarum 2007 hari minggu kemaren (ngalahin PSMS Medan, 3-1). Setelah sebelumnya, mereka juga juara Copa Dji Sam Soe (ngalahin Persipura lewat adu penalti).Secara gw lahirnya di palembang, dan gw asli palembang, secara gak langsung gw ikut merhatiin -baca beritanya, ikut ngatain temen gw yg bela klub laen, yg kalo abis dikalahin Sriwijaya FC- dan gw kadang suka nonton jg di tipi kalo mereka lagi ada pertandingan.

Tapi sedihnya, gw gak bisa ngerasain langsung uforia kemenangan Sriwijaya FC. Secara, gw lagi ada di bandung. Coba aja gw ada di palembang. Selaen nontonnya lebih rame, pastinya suasananya jg lebih meriah apalagi pas Sriwijaya FC, jadi juaranya. Temen gw, sampe taruhan gara-gara pertandingan kemaren (insap, bi....) Gak tanggung-tanggung uang yg dijadiin buat taruhan. Jumlahnya sebesar lima ribu rupiah..... gubraakkkk...!! (*mang, pempek telok besak sikok..?!@#).

Review pertandingan kemaren :
Waktu babak pertama mulai, gw sempet takut jg, soalnya baru berapa menit maen, udah ada beberapa pemaen yg di kartu kuning. Walaahh.... Menit ke-14, gw teriak-teriak di kamar sendirian, pas Anoure Obiora nyetak gol. Lebih senengnya lagi pas ada bek'nya PSMS (Murphy Kumonple kalo gak salah) kena kartu merah jelang akhir babak pertama. Tapi justru maen dengan 10 orang, PSMS malah nguasain pertandingan. Tambah cemas, pas pertengahan babak kedua, PSMS bisa nyamain kedudukan lewat gol dari Llomel. SFC gak bisa bales golnya PSMS sampe akhir babak kedua.

Pertandingan dilanjutin dengan perpanjangan waktu. Perpanjangan waktu pertama, hasil tetap 1-1. Waduh...gawat nih kalo sampe adu penalti lagi. Sebelumnya, pas semifinal, PSMS menang adu penalti lawan Persipura. Gw liat kipernya PSMS Markus Horison maennya lagi bagus banget..
Tapi.....tapi....tapi.....penaltinya gak jadi, bro.. Menit ke 107, Keith Kayamba Gumbs, nyetak gol lewat sundulan kepalanya.. (ya eyalah pake kepala, emang ada sundulan kaki...). Dak lamo dari itu, cuma sedenget bae, Zah Rahan nyetak gol ke-3 buat SFC. Gol paling indah menurut gw. Hasil dari spekulasi Markus Horison yg naek ke kotak penalti waktu PSMS dapet tendangan sudut. Hasil akhir 3-1 buat kemenangan Sriwijaya FC. Salut buat Rahmad Darmawan. Salut jg buat perlawanan'nya PSMS.

Tapi yg pasti Sriwijaya FC jadi juara. Double Winner. Semoga tahun depan prestasi ini bisa dipertahankan oleh Tim "Laskar wong kito". Hidup Sriwijaya FC..

Wednesday, August 29, 2007

Forza Juventus ..


Turin - Juventus menandai comeback-nya ke Seri A dengan pesta gol atas Livorno. David Trezeguet mencetak hat-trick, melengkapi kemenangan 5-1 Juve.

I Bianconeri mampu memuaskan para pendukungnya di Stadio Olimpico Grande Torino, Minggu (26/8/2007) dinihari WIB. Kemenangan besar langsung dipersembahkan oleh Alessandro Del Piero dan kawan-kawan mewarnai kembalinya "Si Nyonya Tua" ke Seri A. Hasil ini juga menjadi awal yang baik bagi langkah pelatih Claudio Ranieri. Ia pun patut berterima kasih kepada Trezeguet yang mencetak tiga gol.

Di awal pertandingan, kedua tim sama-sama masih mencoba mencari celah serangan. Sebuah usaha Juve lewat tendangan kaki kiri Antonio Nocerino dari luar kotak penalti, namun masih dapat digagalkan kiper Marco Amelia.

Sedangkan ancaman dari Livorno lewat Massimo Loviso di menit ke-11 dapat dipatahkan kiper Gianluigi Buffon. Sementara dua peluang Juve lewat Sergio Almiron dan Cristiano Zanetti masih melenceng dari target. Serangan Juve cukup bervariasi. Di menit ke-25 sebuah peluang dimiliki Trezeguet setelah mendapatkan umpan dari Nedved. Namun tendangan striker Prancis ini mengenai kaki kiper Amelia dan bola melambung di atas gawang.

Meski demikian usaha para pemain Juve akhirnya membuahkan hasil. Trezeguet membuka kemenangan Juve lewat tandukan kepalanya, menyambut umpan silang Del Piero. Tekanan masih terus dilakukan Juve. Sebuah usaha Zanetti lewat tendangan keras masih lewat di atas mistar gawang Livorno. Sementara tendangan bebas Nedved dari jarak 26 meter dapat digagalkan Amelia di menit ke-36.

Di babak kedua Juve masih terus menekan. Serangan bervariasi yang dilakukan oleh Del Piero cs belum juga membuahkan hasil. Pelatih Ranieri akhirnya menarik Del Piero dan memasukkan Vincenzo Iaquinta di menit ke-60.
Masuknya eks penyerang Udinese ini semakin mempertajam lini depan. Pada menit ke-72, Iaquinta memperbesar kemenangan Juve dari titik putih. Hadiah penalti ini diberikan setelah bek Livorno Alessandro Grandoni menjatuhkan Iaquinta. Di menit ke-85, tendangan keras Nedved mengenai kaki Iaquinta namun bola meluncur mulus ke dalam gawang Livorno.

Hanya berselang satu menit, Trezeguet menambah satu gol lagi lewat tembakan keras kaki kirinya
Tak salah jika striker Prancis ini dijuluki Trezegol. Menjelang akhir pertandingan, ia mencetak hat-trick dengan tumit belakangnya menyusul serangan yang dibangun Nedved. Meski demikian Livorno mendapatkan gol hiburan tidak beberapa lama sebelum wasit meniupkan peluit panjang. Gol tersebut dicetak oleh Massimo Loviso dari jarak jauh.

Susunan Pemain:
Juventus: Buffon; Salihamidzic (Zebina 73), Andrade, Criscito, Chiellini; Nocerino, Zanetti, Almiron (Tiago 79), Nedved; Del Piero (Iaquinta 60), Trezeguet

Livorno: Amelia; Grandoni, Knezevic, Galante, Pasquale; A Filippini, Loviso, Pulzetti, E Filippini (Volpe 56); Rossini (Diamanti 73), Tavano (Tristan 53)

Wednesday, May 02, 2007

Liverpool, "You'll never walk alone"....

BRAVO LIVERPOOL..!!! Gak sia-sia gw semaleman begadang. Walaupun semalem gw harus nahan dahaga (cukup nelen ludah aja....uwweekkk, jorok banget sih!!), gara-gara'nya galon di kostan lupa diisi. Harap-harap cemas juga sih, nonton semalem. Soalnya liverpool kudu masukin minimal dengan selisih 2 gol. Tapi sampe 2 x 45 menit, kedudukan masih 1-1. Untung pas adu penalti, si Pepe Reina, jago banget. Dia bisa nepis tendangannya si Arjen Robben sama si Geremi. Skor akhir dengan agregat 5-1. Tim gw lolos jg ke final liga champions.

Gw ambil reviewnya dari detik.com aja ya:

Buat Liverpool "you'll never walk alone" bukan sekedar jargon. Steven Gerrard cs membuktikan kalau mereka benar-benar tak pernah sendirian di Anfield.

Setelah Liverpool dikalahkan Chelsea 0-1 di semifinal pertama sepekan lalu, tidak ada keraguan terbersit di benak Rafael Benitez. Katanya: "Suporter kami fantastis, atmosfer yang mereka berikan pun mengagumkan." Dari situ Rafa
yakin kalau Liverpool bakal lolos ke final.

Rabu (2/5/2007) dinihari WIB, suporter Liverpool membuktikan tuahnya. Sepanjang pertandingan para fans yang memenuhi 42.554 kursi di Anfield menyemangati tim kesayangannya, yang butuh kemenangan minimal 2-0 untuk otomatis lolos ke final.

Menit 22, Daniel Agger membuat Anfield bergemuruh setelah menjebol gawang Petr Cech, menyambut umpan tendangan bebas Steven Gerrard. Namun sampai 120 menit permainan, juara Liga Champions 2005 itu gagal menambah gol.


Akhirnya penentuan wakil ke final harus ditentukan lewat
tos-tosan. Pada babak itu, seluruh algojo Liverpool --Zenden, Xabi Alonso, Gerrard, dan Dirk Kuyt-- mampu menjalankan tugasnya dengan baik, sementara eksekusi Arjen Robben dan Geremi digagalkan Pepe Reina.


Terlepas dari kecemerlangan kiper asal Spanyol itu, fans Liverpool tidak pernah absen menyemangati timnya --hal yang diakui para pemain sendiri.

"Fans sekali lagi menunjukkan dukungannya. Mereka benar-benar brilian dari awal sampai akhir dan sekali lagi kami buktikan apa yang bisa mereka buat," puji Jamie Carragher. "Lolos ke final sekali lagi sungguh brilian dan kami akan menikmati kenyataan kami ada di sana lagi," serunya seperti dikutip ITV.

"Atmosfer di sini sungguh membantu, taktik dari manajer dan persiapan yang benar-benar disiapkan dengan baik. Kami selalu bersama-sama dan itulah yang menyebabkan ini bisa terjadi," tukas Gerrard.


Seolah tidak mau kalah dengan para pemainnya, Rafa pun melontarkan pujiannya. "Mendengar suporter berada di belakang Anda seperti hari ini, saya merasakan para pemain bermain dengan determinasi, gairah dan hati," sebut manajer asal Spanyol itu.
Suporter Liverpool telah membuktikan sebagai pendukung luar biasa. Faktanya, The Reds baru sekali kalah dalam 18 laga Premiership, walau di babak ketiga Piala FA publik Anfield pernah dikejutkan dengan kekalahan 1-3 atas Arsenal. Namun buat The Blues, Anfield seolah kuburan keramat yang punya tuah. Semifinal dua musim lalu, John Terry cs juga disingkirkan oleh Liverpool di Anfield karena "gol kontroversial" Luis Garcia. Pada laga Premiership Januari lalu, Chelsea pun takluk 0-2.

Tuesday, July 11, 2006

Italia Juara, Bukti Mitos 12 Tahunan..

Babak final PD 1994 merupakan partai final pertama sepanjang sejarah final Piala Dunia yang harus diakhiri lewat adu tendangan penalti. Saat itu, publik Italia mengenangnya sebagai tragedi Roberto Baggio yang gagal menaklukkan Claudio Taffarel. Azzuri pun kalah 2-3 setelah bermain 0-0 selama 120 menit.

Kini, babak final PD 2006 kembali harus diakhiri lewat adu tendangan “dua belas langkah”. Kali ini, Italia mampu membuktikan mereka punya mental baja. Semua algojo yang disiapkan Marcello Lippi terbukti mulus dalam mengeksekusi tendangan penalti. Sementara, di kubu Les Bleus, hanya striker Juventus David Trezeguet yang kurang beruntung, tendangannya membentur mistar atas meski Gianluigi Buffon salah membaca arah bola. Italia unggul 5-3 setelah sebelumnya bermain sama kuat 1-1 selama 120 menit. Dua gol tercipta di babak pertama, masing-masing hasil tendangan penalti Zinedine Zidane di menit ke-7 dan sundulan Marco Materazzi di menit ke-19.

Keberhasilan ini juga membuktikan mitos 12 tahunan yang berlaku bagi Italia. Setelah mampu tampil di final PD 1970 dan kalah dari Brasil, Azzurri kembali tampil di final 1982 dan juara setelah mengalahkan Jerman. 12 tahun kemudian, Italia kembali masuk final PD 1994. Tapi, lagi-lagi tersingkir dari Brasil. Kini, mereka kembali ke babak pamungkas PD 2006, dan kembali tampil sebagai juara.

Kekalahan bagi Prancis kian menyesakkan, setelah Zinedine Zidane yang sebelumnya mampu tampil gemilang selama 110 menit, harus kehilangan kontrol emosinya, dan menanduk defender Azzurri, Marco Materazzi. Atas sikap kasar dan sangat memalukan itu, Zidane diganjar kartu merah oleh wasit Horacio Elizondo (Argentina). Akhir yang sangat menyedihkan bagi seorang Zidane yang telah menyatakan akan pensiun dari pentas internasional pasca PD 2006.

Dalam pertandingan pamungkas ini kedua tim kembali menurunkan komposisi the winning team saat berjaya di babak semifinal. Di awal babak pertama, Prancis mengejutkan dengan berhasil mencuri gol terlebih dahulu. Proses gol itu sendiri cukup kontroversial. Akselerasi Florent Malouda ke kotak penalti dihadang Materazzi. Memang terjadi kontak tapi sangat tipis dan terkesan Malouda melakukan diving . Wasit Elizondo menunjuk titik putih. Zidane mengeksekusinya dengan mulus. 1-0 untuk Prancis. Buffon pun gagal melewati rekor Walter Zenga. Italia tersengat dan balik menekan. Materazzi membayar lunas kesalahannya dengan menjebol gawang Fabian Barthez setelah memanfaatkan tendangan sudut Andrea Pirlo di menit ke-19. Setelah itu, Italia mendominasi permainan.

Di 15 menit pertama babak kedua, giliran Les Bleus yang tampil galak. Berkali-kali Zidane, Henry, dan Malouda mengancam gawang Buffon. Tapi pertahanan Italia yang dikoordinir kapten tim Fabio Cannavaro memang sangat tangguh. Setelah Vieira keluar digantikan Alou Diarra, Marcello Lippi menjawabnya dengan memainkan Vincenzo Iaquinta menggantikan Francesco Totti yang tampil buruk, dan Daniele de Rossi menggantikan Simone Perotta. Semenit kemudian, Italia nyaris memperbesar keunggulan. Sundulan Luca Toni memanfaatkan tendangan bebas Pirlo kembali menjebol gawang Barthez. Sayang, hakim garis telah mengangkat bendera pertanda Toni telah berdiri dalam posisi off-side. Setelah itu, pertandingan berjalan rada lambat sampai 90 menit berakhir.

Prancis mampu unggul di babak pertama perpanjangan waktu. Peluang terbaik bagi Les Bleus didapat di menit ke-104. Dari lapangan tengah Zidane berkolarabosi dengan Willy Sagnol di sayap kanan Prancis. Umpan Sagnol mampu dengan baik disundul Zidane namun berhasil ditip keluar oleh Buffon. Menjelang akhir babak pertama, Cannavaro dan Materazzi harus bekerja keras menahan laju Henry.

Di babak kedua perpanjangan waktu, Prancis kehilangan Henry yang cedera. Posisinya diisi Sylvain Wiltord. Tiga menit kemudian, pasukan Raymond Domenech benar-benar terpukul ketika Zidane membuat aksi yang memalukan dan harus keluar lapangan. Meski harus bermain dengan 10 orang, sampai akhir babak kedua perpanjangan, Prancis tetap menyerang. Terbukti dari statistik pertandingan, Les Bleus unggul dari Italia dalam melakukan tendangan (shots)--13 kali berbanding 5 kali--dan tendangan ke gawang (shots on goal) sebanyak 5 kali berbanding 3 kali . Sampai akhirnya penentuan tim mana yang berhak atas trofi FIFA World Cup harus ditentukan lewat adu penalti. Kelima algojo Azzurri yang sukses menendang penalti adalah Pirlo, Materazzi, De Rossi, Del Piero, dan Fabio Grosso.

Susunan Pemain
: Italia: Buffon; Zambrotta (KK), Grosso, Cannavaro, Materazzi; Gattuso, Camoranesi (86-Piero), Pirlo, Perrotta (61-Iaquinta); Totti (61-De Rossi); Toni.
Prancis
: Barthez; Sagnol (KK), Abidal, Thuram, Gallas; Makelele, Vieira (56-Diarra, KK), Malouda (KK), Ribery (100-Trezeguet), Zidane (KK); Henry (107-Wiltord).
Wasit
: Horacioa Elizondo (Argentina)

Monday, June 05, 2006

Piala Dunia 2006


4 hari lagi pentas Piala Dunia 2006 akan digelar di Jerman.. Banyak penggila bola yang udah gak sabar nungguin pentas 4 tahunan ini dimulai. Bursa taruhan juga sudah banyak yang mulai dibuka. Gw jadi ikut-ikutan demam piala dunia. Kemaren gw ngirim jadwal piala dunia di milis SMU gw. Tapi itu gak begitu lengkap, karena gw belum dapet jadwal pertandingan yang disiarin sama SCTV. Sebanyak 32 tim (8 grup) ikut serta dalam babak final. Dari 32 tim tersebut, enam di antaranya baru lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya: Ukraina (Eropa), Trinidad dan Tobago (Amerika Utara), Angola, Pantai Gading, Ghana dan Togo (Afrika).

Tim-tim berikut adalah tim-tim yang lolos kualifikasi dan berhak tampil di babak final:

  • Dari Eropa : Belanda, Jerman (Tuan Rumah), Italia, Serbia-Montenegro, Swiss, Ceko, Kroasia, Polandia, Spanyol, Ukraina, Inggris, Perancis, Portugal, Swedia.
  • Dari Asia : Iran, Jepang, Arab Saudi, Korea Selatan.
  • Dari Afrika : Angola, Pantai Gading, Ghana, Togo, Tunisia.
  • Dari Amerika Utara dan Amerika Tengah : Amerika Serikat, Kosta Rika, Meksiko, Trinidad dan Tobago.
  • Dari Amerika Selatan : Argentina, Brasil, Ekuador, Paraguay.
  • Dari Oseania : Australia.


Banyak tim yg gw jagoin untuk piala dunia kali ini. Dan gw gak punya tim favorit.. Aneh, ya..!! Gw pengen ngeliat tim Inggris maen.. Gw pengen liat para pemain tengahnya, yang selama ini gw tau mereka cuma membela klubnya masing-masing. Apa sehebat yang gw perkirakan..??
Kalo elo..?? Ngejagoin yang mana?

Thursday, May 18, 2006

Juve n' Liverpool..

Akhirnya tim kesayangan gw, Juventus scudetto lagi... Ini merupakan gelar mereka yg ke-29. Dah lumayan banyak, yak..!! Gw dulu gak terlalu suka nonton bola, tapi sejak tahun 2000-an awal, gw jadi makin kecanduan dengan yang namanya nonton bola. Gw hobi nonton bola, tp gw kurang hobi maen bola... Nah, lho..??! Kok begono? Gw suka sama Juventus, trus satu lagi gw juga suka sama Liverpool.. Kalo di tipi, ada yg nyiarin pertandingan Juventus atau Liverpool, gw usahain sempet buat nonton.. Tp klo udah bentrok sama urusan tidur, mending urusan tidur yg gw utamain.. he....he....

Juventus, musim ini cma dapet gelar scudetto liga Seri-A.Sedangkan Liverpool gelar yg diraihnya pada musim ini yaitu Piala FA.